Postingan

Ha-i

 Assalaamu'alaykum warahmatullaah,, hi, dear, long time no see,, like, a really long time. A lot of things happend, but some things are remained. Guess, i'll be back on you again. To spare my self of my self, a little.  So, thank you for advance, hehe.. It's better to write it off, then keep it to our self.  thank you,  thank you for being here. thank you. 

It's Ok to Shed Some Tears..

 Assalaamu'alaykum warahmatullaah, that morning, I just turn on my phone's internet connection to reply my Prof's reply of my post.  I remember that the night before, maybe I just too tired to give a reply or I though it didn't need any reply,, but, Ya Rahmaan,, I wish I replied to that reply. :) Coz that was his last reply from him to my chat. And I found my self, today,, miss him and regret a lot of things I wish I could do. And I just say this to myself. "It's ok. He was a precious person. It's ok to shed some tears and be sad. Coz he was, like, one of a kind person that I would ever met again,, Cry this moment, then stand up. Let's life, take the good things from him, and be sincere. He sure, is in the great place and wouldn't be hurt anymore." Such a wonderful thing, to be loved by your student and colleague.  :) Allahummaghfirlahu,, warhamhu, wa'afihi, wa'fu'anhu,, wa akrim nuzulahuu,, wa wasi'mad khalahu. Aamiin..  

Jealousy.

 Jealousy. It's kind a,, mm.. it's a kind of broken heart that we made our self. Sometimes, it came without any intention that someone do post something that accidentally or purposely read, or see,, than we feel a pang in our heart,,  Asking and wondering,, why do I don't have things they do? Mean while,, we do understand that things do not come it's self, but it brings some consequences,, that might or might be not be able to be boar by us.  But still, some times I do wandering,, why do Allaah do not gave us that yet.. Don't we deserve it? Do we too bad for that good thing? Is that thing is too good to be true? Or, stop thinking about it. then live our life. Be happy for your self, in any kind situation we have. There is no guarantee that we would be happy if we are on the same shoes as them,,  but still,, ... :) #Staysave,, stay happy for yourself. Your happiness come from yourself. Be sure. Be happy :D  

Reminded, again.

 Assalaamu'alaykum warahmatullaah,, Hi! how are you? I just hope that in any kind of condition, your heart is in a calm and happy situation. As I am (hope..) :D This note is,, mmm, not really important notes, I think. But I just have to get this thought out of my head, so.. :) This week was such amm,,, called it a gloomy one, you can say. Cause it sky was this dark grey, cry and angry to I don't know who,, and my head and my mind didn't find it nice vibe.  I was,, kind a felt sad, loosing, and,, disappointed? All bad thought scrambled in my mind, and I just can not find a peace from it. And I guess, it just on of the days in my girl time, so I just have to peacefully accept it and live with it. But, maybe (this is the right answer, really),, I just being stupid for hoping too much from something that do not deserved to be hope that much.  I just forgot that, Allaah swt already lined what He would give to us, and if that thing is thing that He bless for us,, then it wouldn...

33th and they said I have nothing

There is a book, a novel actually that I really like. I forgot what it titled, but I can clearly remember what is about. It’s about a woman. A grown up woman. A lady. She already has a job. Live on her own life style, but, yeah,, some people said that she lack a lot of things. Like, a husband. Kids. Family. But, actually she has all of that. Just in a little different way of seeing from other. She did have a family; parents who never absent to nag :D,, Kids; bunch of godson and goddaughter. And friends, who may be a good company when she needs it. But still, some people said that she has nothing. And me, if they see me, I guess they would say the same. Worst, maybe. Because this time, I’m kind a in a position like her, minus a stable job. So, yeah, they might say something worst. Do I get hurt of it? Sometimes, yes. And the other times, I just remembered one thing that someone said, “Your life goal is not to be something. But to worship to Allaah swt...

Sleep it off.

Assalaamu'alaykum warahmatullaah,, Hi!!!! (tepuk-tepuk dinding yang berdebu..:) I'ts been along time since the last time I write something in this blog. Busy? Naaah,, just me being too much me ^^. I'll write about that later. This time, I want to share about a thing that I do lately, every time I face something that intrigue me, problems, and something like that. Actually, it's not something that I found by myself. I'ts something that a lot of people do. But I want to share it once again, maybe it can add another plus point story of it. Sleep it off. Have you heard of it? These days, people seems like to share what we call as 'statues' at social media, chat-app, and another public app that allowed public to know what happen in their life. Sometimes, it can give you a positive feedback, but sometimes, it just give you another headache to deal with. Sharing what happened in our life is a good thing, to spread happiness to the other. Sharing s...

New Life.

March 26th 2018. It was a new day for me. I graduated, once again. But I felt something that i know i shouldn't, yet it still there. I'm no longer a student of an academic institute. But I'm still learning to live. And it's harder these time. People always say; "Welcome to the jungle", to everyone who graduated from school. But I don't fell like I come to a jungle. More like a desert, or .... I was on roller coaster to much these days. One time I was up, and another hours I was deep down on a valley. It's really a new life for me. And I try to live it on. Try to hang on on a hope. Cz Allaah said,, "Jangan berputus asa atas karunia Allaah.." There will be, (someday, somehow), right? Just keep going. Don't stop. Keep going.

Gadis Bireun itu.

Gambar
(Mantan) calon adik ipar. Atau, ia lebih suka menyebut 'Calon Adik Ipar Yang Tidak Jadi'. Badannya kecil. Imut. Orangnya lebih suka mendengarkan. Menanggapi cerewetnya mulut satu ini. Dan memberi anggukan atau jawaban ketika perlu. Awal kenal, ketika itu tidak terlalu 'ngeh'. Kami beda jurusan tadinya. Lalu terjadi migrasi, dan dia menjadi bagian dari jurusan kami, bersama seorang Gadis Merauke. Akan kuceritakan nanti tentang gadis yang satu itu. Bersama Gadis Sopeng, Gadis Jambi dan Seorang Pemuda Majalengka. Gadis Bireun itu, meski tidak sering berbicara,- level kecerewetannya agak jauh dibawah kami [baca: Gadis Pangalengan dan Gadis Merauke],, tapi keceriaannya tak kalah manis. Senyum selalu menghiasi wajahnya. Ia juga penurut. Ia sukarela memijati bahu dan punggungku yang pegal membawa ransel beriisi kehidupan hampir setiap hari. Dan ia juga baik. Ia merelakan lengan atasnya ku cubit dan ku gigiti jika sedang 'kambuh'. (dan saa...

Lentera Alena

Alena terdiam di ujung tebing. Satu tangannya menggenggam erat tali lentera apung yang menyala. Satu tangan lainnya menggenggam bilah kayu yang menjadi pagar pembatas tebing dan laut di bawahnya. Tatapan Alena terpaku pada matahari yang hendak pamit. Sebentar lagi mungkin. Alena mengalihkan pandangannya pada lentera yang ia genggam talinya. Menghadirkan kenangan atas lentera-lentera lain yang dulu pernah ada disana. Dulu, ketika matahari masih sepenggalan naik, ada lebih dari satu lentera yang talinya ia genggam. Sebelum satu persatu menjadi abu, menyisakan satu yang apinya pun tak lagi membara. Meski begitu, cahayanya masih cukup untuk menemani Alena. Beberapa hari yang lalu, sebuah bisikan bertanya pada Alena. Apakah ia yakin akan berhasil menerbangkan lenteranya ke langit sana? Alena hanya menjawab, "Insyaallaah..". Bisikan itu menyela,, menolak 'insyaallaah' Alena. Lalu menyuarakan berbagai tanya mengapa dan kalimat lain yang Alena hanya mampu terbata membala...

Selalu ada

Kami ketuk pintu rumah itu. Salah satu rumah dari deretan rumah kontrakan, berpintu kayu, berdinding tripleks dan catnya yang putih telah tak lagi putih. Tak ada jawaban. Kami ucapkan salam,, "Assalamu'alaykum warahmatullaah.." Jarum jam terus berjalan, tak peduli kami yang masih berdiri di depan pintu itu. "Assalamu'alaykum... Bapak nya ada?" Lagi, kami mencoba. Menguji sebuah usaha. "Bapak tidak ada." Sebuah suara perempuan yang menjawab. Aku hanya diam. Antara sudah terbiasa dengan jawaban itu. Atau tidak tahu apa yang harus dilakukan. Atau memang keduanya. Sepasang tangan yang ukurannya takjauh lebih besar dari tanganku, ku genggam erat. Rasa asing dengan lingkungan dimana aku berada, juga rasa benci,- entah pada tempat aku berdiri, pada perintah Mama agar aku datang ke tempat, pada perempuan yang menjawab pertanyaan kami tadi, atau pada apa,- membuatku tak ingin melepaskan genggaman itu. Sekali lagi, pemilik tangan yang ...

Dua Sisi Kompetisi

Dua sisi. Bagiku, kompetisi itu selalu tentang dua sisi. Kompetisi dengan orang lain. Dan, Kompetisi dengan diri sendiri. Dua-duanya melelahkan. Bisa membuat depresi, malah... Kompetisi dengan orang lain, bisa jadi satu hal yang tidak adil. Karena latar belakang, kemampuan dan banyak hal lainnya yang bisa saja berbeda. Tidak homogen,, sehingga hasil kompetisinya bisa acak; random. Kompetisi dengan diri sendiri,,, lebih melelahkan. Apalagi jika si-diri terlalu memanjakan dirinya sendiri. Terlalu banyak pemakluman,, terlalu banyak memaafkan dirinya. Kompetisi dengan orang lain, alat ukur keberhasilannya kadang absurd. Sukses bagi seseorang, tidak berarti sukses bagi orang lain. Memiliki IPK empat poin nol-nol, mungkin tidak berarti apa-apa bagi seorang aktifis yang bisa tersenyum lapang ketika apa yang ia perjuangkan di bangku resesi bersama Rektornya tercapai. Kompetisi dengan diri sendiri,, alat ukur keberhasilannya juga absurd. Sukses bagi diri sendiri,, lalu mer...

Saya, dan sesuatu yang bernama kedewasaan.

:) Jika orang melihat angka lahir di kartu identitas saya,orang (mungkin) akan serta-merta berkata; saya sudah dewasa. Sebuah kata halus untuk "ageing". ^^ Karena memang, sebuah angka yang besar tak pernah menjamin kedewasaan. Just look at me. Am I mature enough for a person at their late 20-ies? Big NO. I admit it. Not proudly, but, hey.. i couldn't deny it. That's the real. Meski mungkin bagi beberapa orang, saya sudah termasuk dewasa,, karena defini dewasa kita berbeda. Bagi saya, dewasa adalah ketika seseorang bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Tahu alasan yang mendasari setiap keputusan dan tindakannya sendiri,, dan teguh dengan itu. dan keputusan serta tindakan itu adalah keputusan dan tindakan yang tidak hanya tidak akan merugikan diri sendiri tapi juga orang lain. Menjadi dewasa, bagi saya, adalah ketika seseorang bisa mengerti dan memahami benar apa yang akan ia lakukan di saat berikutnya. Menjadi dewasa, adalah ketika ses...

What should and shouldn't, now...

:) Aku tahu, ini adalah sebuah kebodohan yang nyata. How could I be so stupid like this,,, being frightened by something that i shouldn't be. But, what could I say? It just happened. Made me clearly opened eyes until 2 in the morning, or sometime, worst. Couldn't sleep at all. Stupid right? I know. It is. Yes,, I realized that this episode is happen again. An episode where i would run from the reality and hide behind my reason of "take a rest" or "understanding my self". Which is, it's ok, but not this long. You know, ada satu waktu dalam hidup yang membuat seseorang merasa begitu lelah, fisik dan mental. Dan salah satu jawaban terbaik untuk episode itu adalah "rehat sejenak". "Sejenak" bagi setiap orang itu relatif. Satu hari, dua hari, satu pekan, dua bulan, lima tahun.. Tak tentu sama satu dengan yang lain, aku dengan yang lain. It's OK. Setiap orang boleh "rehat sejenak". Boleh. Tapi, satu...

Salam dari Tokyo...

Gambar
Sebuah foto yang membuatku ingin segera lulus. Bisa bca apa yang tertulis di secarik kertas di foto itu? "Grup ini sudah move on, ada salam dari Tokyo. Kapan bareng kesini?" Itu kalimatnya. Dan aku baru 'hanya' bisa menjawab dengan senyuman dan helaan nafas. Kapan ya, Kumand? Aku ingin sekali bisa melihat tower itu secara langsung. Satu diantara lima tower yang ku impikan bisa ku lihat langsung. Kapan ya? Semoga segera, ya, kawan.. Aamiin... Oh ya,, ini adalah salah satu cara ku menyapa berbagai tempat di dunia,, dengan menitipkan salam pada kenalan yang akan pergi ke daerah itu. Menyampaikan salam, berharap suatu saat nanti aku sendiri yang akan mengucapkan salam secara langsung. You can try it too,, freely .. ^^ NB : Photo's Copy right @kumand_GrupIniSudahMoveOn

Welcome back, my beloved insomnia...

12.30 AM. :) Jam dijital di sudut laptopku memberikan angka itu. :) Yeay! Another sleep-lack night.. :) Should i cry? Or should i smile? Hmmm,, cause crying it's a little bit (you know..),, so we better just smile, right? :) Another insomniac night. Sashil,, nae neun molla yo,, Kenapa aku bisa menjadi salah satu dari makhluk nokturnal. Kenapa aku bisa lebih fokus dengan apa yang [akan dan niatkan] untuk aku lakukan ketika jam sudah menunjukkan angka diatas 10 PM,,, Tidak baik, memang... Memiliki sleep-lack night setiap hari. Hajiman,,, eottokae? What should I do? Berbaring di tempat tidur tidak banyak membantuku untuk segera tertidur. Sampai beberapa hari yang lalu, aku hanya membaringkan badan di tempat tidur,, membolak-balikkan badan, berharap segera terlelap. Tapi, kemarin, sahabatku menyarankan ku untuk mengerjakan 'upaya kelulusanku' saja ketika insomnia itu kembali. Benar. Ia benar. Dengan mengerjakan 'upaya kelulusan' ini, s...

Best friend comes to be alarm :)

Pernah, suatu hari, seorang sahabat purba, alias sahabat di jaman dahuu kala which is now is not the same again,, bilang: "tiati,, ntar malah kelupaan.." Lalu, dengan enteng nya saya bilang. "Ngga lah,, bakal inget terus kok." Tapi ternyata,, jreng jreng... Apa yang dia pernah bilang menjadi kenyataan. Saya lupa. Saya lupa kalau pernah punya satu impian penting. Dan sekarang saya sudah lupa bagaimana rasanya dulu saya begitu antusias memiliki impian itu. Alhamdulillaah,, ada yang mengingatkan saya tentang impian itu. Hanya dengan dua kata yang ia kirim via wa saat itu. :) Di suatu malam yang lain,, saya tidak bisa memejamkan mata hingga terlelap meski jam di hp *maaf, saya tidak punya jam dinding, jam meja maupun jam tangan.. #gmintadibeliinsii.. :p ; sudah menunjukkan pukul dua pagi. Saint hour,, 2AM,, temennya Ok Taecyon Oppa.. :D Kalau saya terlelap kemudian, saya yakin akan bangun kesiangan dan kemungkinan melewatkan waktu subuh.. Jadi, saya ke...

Travelling,,, dan kaki yang tak bisa bebas

Gambar
Sejak lulus S1, saya diberi anugrah berupa kesempatan bepergian ke beberapa tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Kadang memang keperluan pekerjaan,, kadang memang direncanakan untuk berlibur. Atau, keperluan kondangan yang diniatkan juga untuk liburan, hehe... Jika sempat, saya senang berbagi kisah perjalanan itu di media sosial. Berbagi foto,, Juga berbagi kesan. Tapi, satu cerita dari teman melingkar membuat saya sedikit sungkan untuk berbagi perjalanan saya. Hari itu, pertama kalinya saya bertemu dengan dia dalam lingkaran. Di pikiran saya,, dia adalah seseorang yang bahagia dengan pernikahannya. Bagaimana tidak,, dia menikah dengan seorang hafidz lulusan luar negeri. Tapi ternyata,, tanpa ditanya, tiba-tiba dia bercerita bahwa dia merasa tertekan. ??? Dia merasa kebebasannya 'dikekang'. Kemana-mana selalu diantar,, Kalau tidak ada agenda kampus,, maka ia hanya menghabiskan waktunya di rumah. Hweee... Suaminya menyeramkan.. *menurut saya :p S...

Selangkah lebih dekat,,,

:) Dua hari terakhir, serasa sedang ada di taman impian hati jaya Ancol dan sedang menaiki roller coaster . Sometimes up, And another second it was so drown.. :) Capek, saya akui. Segerombolan tugas yang harus dikerjakan, bergelut dengan berbagai lintasan pertanyaan,, lalu bertemu dengan sekeranjang kekhawatiran,, lalu terbungkus satu pertanyaan. Rumit ya? Sangat saya. Dari dulu, ketika bercerita pada mr ketika lq,, responnya biasanya sama,, "ergh.. g jelas deh.." :D Mianhe,, Begini. Jadi, Sepertinya hal ini bukan hanya menjadi pengalaman hidup saya. Di ujung Sumatera sana, ada seorang sahabat yang memiliki cerita hampir sama. Hampir,, hanya hampir. Hal yang sama antara kami adalah sama-sama terus ditanyai 'kapan' atas sesuatu yang belum kami miliki. Bedanya,, sepertinya hanya saya yang kemudian 'lari' menaiki ' roller coaster perasaan' dan membuat diri sendiri merasa tidak ingin keluar kosan. Are you with me? Tired to be ...

Selamat,, Anda memasuki tingkat akhir,, dimana Anda ingin menyerah,,, dan ...

:) Selamat,, Anda (saya) memasuki tingkat akhir,, eh,, salah.. tingkat atas ^^,, dimana Anda (saya) ingin menyerah,, dan ingin .... ^^ Hmh,, Jadi mahasiswa tingkat atas ini memang bukan pertama kalinya buat saya. Lima tahun lalu, saya juga berada di posisi seperti sekarang ini. Ingin menyerah? Sangat. Tapi, alhamdulillahnya saat itu tidak menyerah. Sekarang... Sama. Ingin menyerah. Wajar kok,, Kata Uozumi-senpai,, pemain Ryonan di Slam dunk,, "setiap harinya, orang ingin menyerah." Jadi sebenarnya, saya tidak sendirian. ^^ Kalau sudah 'merasa' ingin menyerah, harus bagaimana? Setiap orang punya caranya sendiri, menurut saya. Ada yang tancap gas,, sama sekali tidak menghiraukan rasa itu... Ada pula yang lebih memilih untuk ' break '. Hyups,, take a step aside ,,, untuk menghirup udara yang lebih lapang.. sebelum kembali berhimpitan dengan hal-hal yang menyesakkan. and hyups,, Saya termasuk orang yang memilih untuk 'break...

Tak perlu alasan besar,,,

23.48. Tangal 3 Agustus 2015. Sudah lewat setengah tahun dari 2015. And I’m still here. Yups. Aku masih disini. Di kosan yang sama. Status yang sama. Sebagai cheer-team. Tapi, ada yang berbeda. Dan semoga,,  akan selalu seperti ini. Senyum ini, Kelapangan hati ini. Ah, Allaah memang Maha Baik. Allah Mahatahu yang kuperlukan. Ketenangan. Kelapangan. Kebahagiaan. Ternyata, memang benar. Ketiganya tak perlu alasan besar. Tak perlu benda atau personal untuk menjadi perantaranya. They could be given straigth to anyone ... No need  any reasons . Semoga, tak ada lagi kalimat, “Ada kamu, aku jadi tenang..” Karena kalimat itu bisa memicu yang namanya syirik. Tapi ia berganti menjadi , “Alhamdulillaah,, “ Jangan berhenti belajar, ya Nong... J